Vaksin Corona dari Tembakau Siap Diproduksi Massal

Perusahaan farmasi Indonesia telah berhasil mengembangkan vaksin virus corona yang berasal dari tembakau. Saat ini, pihaknya telah sampai pada pengujian praklinis. Apabila memang hal ini berjalan dengan baik, maka perusahaan global BAT yang bergerak melalui anak perusahaan bioteknologi, Kentucky BioProcessng (KBP) akan siap memproduksinya secara massal.

BAT sendiri mengharapkan dengan adana mitra yang tepat serta dukungan dari lembaga-lembaga pemerintah, antara 1 hingga 2 juta dosisi vaksin ini siap untuk diproduksi per minggunya yang nantinya akan mulai dilakukan pada Juni.

Vaksin ini saat ini menjadi hak milik dari BAT tersebut merupakan teknologi tanaman tembakau yang cepat tumbuh dan punya beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknologi produksi vaksin yang umum dilakukan.

Dr David O’Reilly yang merupakan Direktur Riset Ilmiah BAt menyebutkan bahwa teknologi yang dimiliki olehnya lebih aman karena tembakau adalah tumbuhan yang tidak menyimpan patogen yang bisa menimbulka penyakit pada manusia.

“Teknologi tersebut lebih cepat karena elemen-elemen dari vaksin terakumulasi dalam tanaman tembakau jauh lebih cepat, yakni enam pekan dalam tanaman tembakau sementara dengan menggunakan metode-metode konvensional bisa beberapa bulan,” ujar David di Jakarta, Kamis (2/4) seperti dikutip dari laman Genpi.co.

KBP juga mengklaim bahwa vaksin yang tengah dalam masa pengembangan oleh pihaknya tersebut bisa lebih stabil dalam suhu kamar dan tidak sama seperti vaksin pada umumnya yang memang memerlukan pendingin dala lemari es. Teknologi itu sendiri memiliki potensi untuk memberikan respons imun yang efektif hanya dengan satu dosis tunggal saja.

“Pengembangan vaksin adalah pekerjaan yang menantang dan kompleks, namun kami percaya bahwa kami telah membuat gebrakan yang besar dengan platform teknologi tanaman tembakau kami,” katanya.

Dirinya pun mengatakan bahwa mereka siap bekerjasama dengan pemerintah dan juga pemangku kepentingan untuk membantu melawan virus corona yang saat ini menjadi pandemik.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.