Penghulu di Yogyakarta Gunakan APD Saat Prosesi Ijab Kabul

Kantor Urusan Agama (KUA) di Yogyakarta masih beroperasi dan memberikan layanan pernikahan di tengah wabah corona. Akan tetapi, penghulu yang menjadi wali nikah atau menikahkan dilengkapi dengan APD atau alat pelindung diri pada saat proses pernikahan.

“Ada beberapa aturan yang harus ditaati saat akan melakukan pernikahan. Termasuk pembatasan jumlah tamu yang hadir di satu ruangan,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nur Abadi di Yogyakarta, Kamis (2/4).

Dia menuturkan bahwa pasangan pengantin masih bisa melangsungkan pernikahan di rumah dengan mengundang penghulu hadir ke rumah namun ada pula beberapa pasangan pengantin yang memilih langsung melakukan proses pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Dalam proses ijab kabul sendiri, pihak KUA pun melakukan pembatasan jumlah tamu undangan yang boleh berhadir. Dimana jumlahnya tidak boleh lebih dari 10 orang termasuk pasangan pengantin dan juga penghulu.

“Penghulu pun harus dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), misalnya masker atau pelindung diri yang lengkap jika pengantin berstatus sebagai orang dalam pemantauan atau bahkan pasien dalam pengawasan terkait COVID-19,” katanya.

Alat Pelindung Diri yang digunakan oleh Penghulu ini dipakai secara lengkap. Hal ini dalam karena dalam proses ijab kabul dilakukan jabat tangan.

“Ini demi keamanan dan kesehatan bersama karena memang saat ini sedang ada wabah COVID-19,” katanya.

Sementar itu, Nur menyebutkan kalau pihaknya belum menerapkan proses ijab kabul yang dilakukan dengan cara video call. Hal ini enggan dilakukan mengingat masih menjadi pertentangan di kalangan ulama.

“Sampai sekarang, pernikahan tetap dilakukan secara langsung. Biasanya, menjelang bulan puasa terjadi peningkatan jumlah pernikahan tetapi saat ini mengalami penurunan signifikan. Banyak yang memilih memundurkan rencana pernikahan,” imbuhnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.