Mampu Bertaha di Tengah Pandemi, Inilah Kisah Pemilik Warung di Cirebon

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup serius bagi perekonomian Indonesia, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Banyak yang tak mampu beertahan dari masa sulit seperti sekarang.

Bunda EntuyAkan tetapi, hal ini justru dipatahkan oleh Tus Muliati, seorang pedagang kecil yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Wanita berusia 63 tahun ini bisa dibilang sukses bertahan dan keluar dari krisis yang terjadi karena Covid-19.

Wanita dengan panggilan akrab, Bunda Entuy ini menyebutkan bahwa salah satu indikator suksesnya usaha dagang yang digelutinya disebabkan oleh kecerdasannya dalam mengelola operasional bisnisnya. Tak terkecuali juga mengenai perhitungan bisnis dengan benar dan juga praktis.

Penjual makanan di food court di seputaran GOR BIMA Cirebon ini awalnya hanya menjual makanan siap santap pada etalase warungnya. Namun, pandemi membuatnya beralih untuk menjual makananĀ  yang bisa dipesand engan nasi box dari kantor ke kantor.

Hal ini dilakukannya dengan bantuan teknologi bernama Youtap.

“Dari dulu, Bunda enggak pakai aturan ataupun catatan untuk mengelola bisnis. Fokus utama adalah bagaimana cara agar bisa mencapai target anak-anak tidak putus sekolah dan tetap hidup sehat.” ujarnya dalam webinar belum lama ini.

Awal perkenalannya dengan aplikasi Youtap ini adalah dari kerabat anaknya yang punya hubungan yang cukup dekat dengannya. Semenjak itulah Bunda Entuy ini pun merasakan manfaat dari teknologi dan menggunakannya.

“Waktu pertama kenal teknologi ini, saya diajarkan cara penggunaannya oleh beberapa tim Youtap. Saya terkesan pada anak muda yang mengenalkan teknologi ini, wah rajin banget mau ajari emak-emak seperti saya,” tuturnya.

Herman Suharto yang CEO pun menjelaskan bahwa Youtap merupakan aplikasi yang dirancang dengan penyesuaian agar bisa digunakan oleh para pedagang di berbagai rentang usia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.